Senin, 02 Juli 2012
DIMANA MALUMU ?!
dedicated for my Ex-BF. this song is you!!
Di mana malumuSetiap kali ku ajak berkencan Aku yang bayar
Dimana malumu Tak sesuai dengan wajah itu Tak ada uang
Single it's so Lovely
Masih single…… it’s so lovely …….
Mungkin ungkapan tersebut penting dipikirkan oleh para perempuan yang masih single. Status single itu menyenangkan kok. Memang tidak banyak orang yang membahas seru kehidupan dinamis pada perempuan single.
Hal ini bisa dimengerti karena tuntutan kultur kita menekan perempuan untuk menikah di usia matang. Orang mudah saja berkomentar, “Kok sudah 27 tahun masih single? Mau jadi perawan tua? Atau jangan-jangan …..” Ini membuat resah sebagian perempuan yang sudah berusia 25 tahun ke atas tetapi belum memiliki pasangan apalagi belum menikah.
Apa iya sih kita tidak bisa menjadi perempuan yang ceria, bahagia, dan penuh semangat dengan status yang single? Maknailah status single dalam konteks yang positif dan bahagia dengan cara mengubah cara pandang kita menjadi lebih positif dalam status single tersebut.
Pendekatan psikologi kognitif membantu kita memaknai kondisi dan diri kita dari sudut pandang yang positif. Ketika pikiran kita positif maka emosi kita pun lebih menyenangkan sehingga kita menjadi menikmati hidup kita.
Berikut adalah cara yang mudah untuk memaknai kehidupan perempuan single secara positif. Yuk kita simak …
Mungkin ungkapan tersebut penting dipikirkan oleh para perempuan yang masih single. Status single itu menyenangkan kok. Memang tidak banyak orang yang membahas seru kehidupan dinamis pada perempuan single.
Hal ini bisa dimengerti karena tuntutan kultur kita menekan perempuan untuk menikah di usia matang. Orang mudah saja berkomentar, “Kok sudah 27 tahun masih single? Mau jadi perawan tua? Atau jangan-jangan …..” Ini membuat resah sebagian perempuan yang sudah berusia 25 tahun ke atas tetapi belum memiliki pasangan apalagi belum menikah.
Apa iya sih kita tidak bisa menjadi perempuan yang ceria, bahagia, dan penuh semangat dengan status yang single? Maknailah status single dalam konteks yang positif dan bahagia dengan cara mengubah cara pandang kita menjadi lebih positif dalam status single tersebut.
Pendekatan psikologi kognitif membantu kita memaknai kondisi dan diri kita dari sudut pandang yang positif. Ketika pikiran kita positif maka emosi kita pun lebih menyenangkan sehingga kita menjadi menikmati hidup kita.
Berikut adalah cara yang mudah untuk memaknai kehidupan perempuan single secara positif. Yuk kita simak …
- Single berarti kemandirian. Wow asyik kan kalau kita memiliki kemerdekaan dalam mengatur hidup kita. Hari ini mau makan Lo Mie ya oke oke aja, lalu besok mau makan sushi ya asyik ajah dan sore makan gado-gado tetap seru-seru aja. Kemudian kita bisa mengatur hidup sesuai dengan keinginan kita. Bayangkan ketika keputusan yang kita ambil benar-benar 100% di diri kita. Bagi yang hobi membaca akan memiliki waktu banyak untuk mencari buku favorit lalu menemukan komunitas berdiskusi yang seru. It’s very challenging……
- Single berarti kita punya waktu untuk diri kita sendiri. Mau ke salon, go ahead lalu setelahnya mau ke spa … yup, I’ll be ready…. Senang sekali ketika kita pergi atau melakukan kegiatan benar-benar untuk kita sendiri.
- Single berarti kita tidak perlu repot terganggu dengan perilaku pasangan yang moody atau sedikit-sedikit ngambek. Duh bayangkan menghadapi pasangan yang penuntut. Rusak deh rencana kita karena harus meluangkan waktu untuk merayu, menenangkan, atau menghibur pasangan. Syukur-syukur kalau ngambeknya cuma sebentar, tetapi kalau berkepanjangan akan menghabiskan waktu kita. Belum lagi kita dihadapkan pada muka bete pasangan.
- Single berarti kita bisa mencintai diri sepenuh hati. Ketika kita memiliki waktu untuk diri sendiri maka kita akan memikirkan, merasakan, dan melakukan apa yang kita senangi. Hal ini berarti kita meningkatkan rasa cinta pada diri sendiri. Kita diajak untuk mengenali apa yang paling nyaman dan menyenangkan untuk diri sendiri. Ketika kita kelak memiliki pasangan, kita menjadi lebih bisa menghargai diri dan orang lain sama pentingnya. Kita bisa lebih empatik terhadap tindakan apa yang akan membuat orang lain kesal.
- Single berarti kita bisa menemukan komunitas yang sesuai dengan minat atau pemikiran kita. Seru kan bisa diskusi bareng teman segagasan atau sehobi di internet, lalu janjian ketemu dan ngobrol-ngobrol. Ini bisa menjadi cikal bakal mencari teman yang menyenangkan. Sesekali kopi darat akan membantu memperluas jejaring pertemanan kita.
- Single berarti kita memiliki banyak teman. Meski single jangan jadi narapidana dong. Jangan cuma di rumah melulu setiap saat. Bergaul dan perbanyak teman. Nah, kalau kita memiliki pasangan, bisa jadi kesempatan kita mengeksplorasi pertemanan menjadi terbatas. Itu masuk akal karena bisa saja pasangan cemberut dan tidak setuju kalau kita kebanyakan nongkrong di café, di resto, sambil mengobrol. Belum tentu teman-teman atau komunitas kita disukai oleh pasangan. Jadi, single adalah waktu kita untuk mengeksplorasi pertemanan kita.
- Single berarti kita boleh menggoda siapa saja yang ingin kita goda. Hak kita dong karena kita kan lagi gak punya pacar. Lakukan hal ini secara sadar dan tahu konsekuensi selanjutnya. Artinya kalau kita yang mulai menggoda atau menarik perhatian maka ketika ada respon jangan lantas dicuekin begitu saja, nanti kena tulah lho….. Konsekuensinya mesti kita terima ketika orang yang kita goda mendekati diri kita. Pakai strategi yang cantik ya biar tidak dibilang cewek genit tukang mempermainkan pria. Namanya niatnya menggoda, biasanya cowok yang kita dapat niatnya juga sebatas berteman.
- Single berarti kita bisa mengeksplorasi ketubuhan kita dengan maksimal. Bagaimana kita menjaga tubuh kita, menghargai tubuh kita, dan melihat bagian tubuh kita yang menarik. Merawat diri, berolahraga (terserah apa saja), sampai dengan membaca buku-buku tentang seksualitas akan membantu pemahaman terhadap kebutuhan diri kita maupun pasangan nantinya.
- Single berarti kesempatan bagi kita untuk menaruh perhatian pada masalah sosial yang kita minati. Asyik kan kalau kita turut berjuang memajukan bangsa ini melalui aktivitas sosial yang kita sukai. Bagi yang prihatin dengan kemiskinan bisa turun untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung. Atau bagi yang punya kepedulian terhadap anak-anak bisa fokus membantu menjadi guru volunter ketika libur bagi anak-anak kaum marjinal.
- Single berarti kita bisa fokus dengan karier kita. Mau ditugaskan ke luar negeri, okay saja. Mau dikirim ke daerah, hayoo …. Mau dipromosikan ke jabatan di kota yang berbeda, yuk yak yuuuuk …. Gak ada masalah. Kita bisa fokus dalam hidup kita untuk karier. Kesempatan kita untuk mengembangkan karier dengan sepenuh hati.
- Single berarti kita bahagia. Kita perlu menghargai diri sendiri, itu penting. Kalau kita bahagia dan menerima diri sendiri maka kita bisa menjadi perempuan single yang bahagia, memiliki banyak teman, OK dalam berkarier, dan punya waktu untuk diri sendiri.
Nah, nikmati hidup single Anda dalam perspektif yang positif.
sumber : http://www.lptui.com/artikel.php?fl3nc=1¶m=c3VpZD0wMDAyMDAwMDAwNzgmZmlkQ29udGFpbmVyPTY2&cmd=articleDetail
Apa Salahku??
Kadang banyak
pertanyaan muncul dibenak gue. Kenapa sih gue kaya gini? Salah gue apa sama elo
sampe elo tega giniin gue?
Hahhaa,
jual derita banget ya gue? What’eve people say sih. Kan yang ngerasain gue. Hhehe
Jadi ceritanya
nih yaa gue lagi bener2 ngerasain penyesalan yang amat sangat dan teramat. Kenapa
gue nyesel?
Pertama,
gue nyesel banget pernah ninggalin orang yang nyatanya bener-bener sayang sama
gue. Hanya karena dia cuek dan ga bisa kasih apa yang gue minta, gue malah
ninggalin dia.
Kedua, gue
nyesel karena gue udah mempercayakan perasaan gue sama seseorang yang tidak
tepat as like as asshole. Gue nyesel se-nyesel-nyesel-nya deh kalo sama yang
ini. Gilaaa, gue berasa buta banget. Gue bener2 tolol dan bodoh abis. Hahahhaa
Oke, kalo
point pertama diatas itu emang kesalahan gue. Gue akuin kalo gue kurang sabar
buat ngadepin tuh laki. Gue masih ngikutin ego gue. Gue ngikutin nafsu setan. Ternyata
gue salah. I was make big mistake in this world. Duuh, jadi syedih L
Tapi lupakanlah
point pertama ini. Yang mau gue bahas di tulisan ini adalah point yang kedua.
I was disappointed
and broke with him..
Kenapa sih
kenapaaaa lu tega ama guee?? Hahh? Kenapaaa??
Padahal apa
yang lo minta selalu gue turutin. Apapun gue kasih buat lo (except my virgin
:p). gue bener-bener kecewa sama sikap lo yang kaya begitu. Padahal gue udah
kasih kepercayaan penuh buat elo. Tp lo malah khianatin kepercayaan gue gitu
ajah.
Gue ga
bakal cerita, gue diapain sama tuh laki. Yang jelas dia udah bikin gue kecewa
dengan sikapnya. Dia udah bikin gue terluka. Dia gabisa jagain gue lahir batin.
Ahhh, F*CK banget lah buat tuh laki.
Yang bikin
gue kecewa adalah dia ga pernah sedikitpun bilang MAAF dan TERIMA KASIH ke gue?
Belagu banget kan tuh laki? Padahal apa sih yang gue dapet dari lo? Ga ada. Cuma
buang-buang waktu dan uang gue ajah. Emang jari tengah deh yang cocok buat elo.
Udah gitu sok-sok-an
pamer-pamer balikan sama mantannya pula. Lo kira gue bakal cemburu dengan sikap
lo yg ini? Sorry, ENGGAK! Ternyata gue tuh Cuma dijadiin tempat singgah alias
PELAMPIASAN. Haisshh! Gue bener-bener emosi jiwa untuk satu hal yang ini.
Tapi gue
bersyukur banget sih, Allah nunjukin semuanya ke gue sebelum gue terlanjur jauh
sama dia. Makasih ya Allah. Allahmdulillah banget ya Rabb..
Sekarang
gue Cuma bisa berdoa ajah sama Allah, mudah-mudahan dia bisa sadar dengan apa yang
dia perbuat sama gue.
Dan gue
sangat amat percaya kalo KARMA itu ada. Mudah2an lo ga kena KARMA yah. Aamiin
Silahkan lo
ketawain gue yang sekarang, tapi suatu saat nanti gue yang bakal gentian ngetawain
elo..
Tinggal tunggu
waktu ajah..
Bye!
Sabtu, 16 Juni 2012
Terjebak Di Ruang Nostalgia
Terjebak di
ruang nostalgia..
Iyaa,
mungkin itu judul yang tepat buat tulisan ini. Tapi sebelumnya, maap ya kalo
beberpa postingan kedepan bakal bertema tentang kegalauan gue meraih kesuksesan
dalam move-one.
Entah kenapa yah, gue masih ga bisa move on
dari mantan gue yang satu itu. Gue sih sempet beberapa bulan ga kepikiran dia.
Sebab gue juga udah ada yang baru yang gantiin dia. Tapi beberapa minggu ini
gue ngerasa terjebak banget dalam masa lalu gue sama mantan gue. Gue juga ga
tau dari mana mulainya gue bisa kaya gini.
Gw ngerasa
tolol dan jahat banget. Tolol karena diri gue yang ga sadar-sadar dan jahat
udah nyakitin perasaan cowo gue yang sekarang. Tapi mau gimana lagi, namanya
juga belom bisa move-on, masa di salahin?
Jujur yaa,
gue sebenernya udah ga saying lagi sama mantan gue itu, dan gue ga berharap
bisa balikan lagi sama dia, kecuali memang kami berjodoh. Tapi yang gue alamin
sekarang adalah gue kecewa dan menyesal. Gue kecewa sama dia yang ga pernah mau
mempertahankan hubungan gue, dan gue menyesal karena terlalu cepat membuka
hati. Iya, gue terlalu cepat membuka hati.
Enggak!!
Dia bukan pelampiasan gue. Gue sayang beneran koq sama pacar gue yang sekarang.
Tapi gue Cuma ngerasa apa yaa, mungkin bisa dikatakan nyesel sih yaa. Maap
banget, bukannya mau banding-bandingin, tapi perbandingan diantara mereka
berdua memang jauh berbeda sekali. Huhuhuu
Misalnya
nih ya, dulu waktu sama si mantan, gue ga perlu mengeluarkan uang se-peser-pun
kalo makan atau pergi ke suatu tempat. Tapi kalo sekarang, gue ngerasa boros
banget. Apa-apa pasti gue keluar uang. Padahal gue sendiri ajah belum punya
penghasilan tetap. Oke, emang sih ga ada kewajiban kalo gue yang harus
ngeluarin uang, tapi kan yah gue kan gatel banget. Abis si pacar Cuma
sok-sok-an ngeluarin dompet. Suka geregetan sendiri guenya teh.. :3
Kalo
masalah tampang dan penampilan sih, si pacar emang paling juara deh dibanding
si mantan. Si pacar ganteng, penampilan kece, dan wangi. Kalo si mantan mah,
kucel banget. Hhahah. Maap yaa mas mantan..
:p
Terusin ah
ya ngebanding-bandinginnya. Belom puas. Hhahaha
Selain
masalah finansial dan penampilan, ada lagi nih yang bikin si pacar kalah sama
si mantan, yaitu soal KEMANDIRIAN. Si pacar tuh manjanya pake super dan banget.
Mungkin lebih manja disbanding anak bayi. Apa-apa, mama. Dikit-dikit, mama.
Semuanya mama. Sampe pernah suatu saat, si pacar gue gigit tangannya karena gue
emosi banget sama doi, eh doi ngadu ke mamahnya. Malesin banget kan? Coba
bandingin sama si mantan. Meskipun doi anak terkahir, tapi apa-apa ga harus
sama ibu. Yaa, paling Cuma masalah cuci baju doing sih sama ibu, tapi untuk hal
yg lain doi tuh mandiri banget. Bener-bener keliatan kalo si mantan lebih
dewasa di banding si pacar. Hemmm…
Apa lagi
yaa??
Oia, kalo
si mantan itu pinter. Bisa bantuin gue kalo gue kesusahan skripsi. Misanlnya
minta tolong cariin jurnal atau penelitian terdahulu gitu. Tapi kalo pacar?
Yaelah, dia ajah masih kuliah gitu. Malah gue yang suka disuruh bantuin
ngerjain tugasnya. Tapi selalu gue tolak. Gile apa, emg gue guru les-nya?
Hhahhaha
Tapi si
pacar itu perhatian banget. Dia itu baik. Ga kaya si mantan yang cuek dan
jahat. Meskipun si pacar gabisa bantuin gue ngerjain skripsi, tapi dia selalu
ada saat gue butuh dia. Tapi suka-suka sih, seringnya ga pernah. Hhehehee
Dan kalo
mau dijabarin disini, bakal banyak bangeet dan bakal cukup sehari gue nulisnya
(lebayyyy.. :P) . biar gue dan Allah yang tau hal-hal itu yaa.. :D
Dan satu
hal yang gue pelajari dari sini adalah setiap orang itu punya kelebihan dan
kekurangannya masing-masing. Dan yang namanya hubungan itu sifatnya
komplementer atau saling melengkapi, bukan subtitusi atau saling menggantikan.
Gue nulis
ini bukan karena gue masih sayang sama mantan gue ataupun ga sayang sama si
pacar. Tapi gue Cuma mau belajar dari kesalah gue yang dulu-dulu. Semoga ga
keulang lagi.
Semoga kita
semua selalu mendapatkan yang terbaik. Aamiin :D J
Cewe Matre
Banyak yang
bilang, sifat dasar wanita itu ya matre.
Gue juga kurang paham awal bahasa matre ini. Yg gue tau, matre itu
adalah sebuah sifat yang bisa dibilang “mata duitan” atau udah palign semangat
kalo liat dut. Hhehehe
Oke, emang
ga bisa dipungkiri kaloo semua cewe tuh emang seneng dan doyan banget sama
duit. Karena pada dsarnya, tanpa uang, semuanya tidak akan bisa berjalan dengan
lancar. Mungkin itu yang menjadi salah satu alsan bagi seorang wanita yang di
cap sebagai “cewe matre”.
Tp menurut
pandangan awam gue sih, yg namanya matre itu sah-sah ajah. Asal kaga
kebangetan-kebangetan amat. Kita sebagai seorang wanita juga punya harga diri
dan tidak semuanya bisa di bayar dengan uang.
Ada alasan
lain juga sih kenapa cewe seneng banget sama laki yang berduit. Hal ini
disebabkan karena cewe itu senang pria yang mapan dan dewasa. Wanita itu kalo
berhubungan pasti mikirnya udah ke masa depan, jadi udah paling seneng banget
kalo dapet laki yang mapan dan dewasa.
Nah, ini
awal kenapa gue pengen cerita tentang cewe matre. Sebenrnya gue mau cerita masa
lalu gue sama mantan gue sih. Jadi ceritanya kami berdua sudah berpacaran
selama dua tahun. Awal-awal pacaran sih
gue ngerasa hubungan gue sama dia seimbang, maksutnya kita sama-sama saling
pengertian, perhatian, dan bisa tau kondisi pasangan masing-masing.
Keseimbangan itu terjadi saat gue masih kuliah dan doi juga masih kuliah.
Dan
semuanya berubah ketika doi dapet kerjaan menjadi salah satu pegawai sipil. Doi
lebih asik dngan hobi dan dunianya sendiri. Perhatian dan pengertian dari diri
doi bener-bener berkurang secara drastic. Yang tadinya sms 5kali sehari, bisa
sms Cuma 1kali sehari. Jahat bgt yak tuh laki? Huhuuu :”(
Gue tetep
berusaha mempertahanakn hubungan gue dengan dia, karena gue tau dan sadar betul
kita ini pacaran bukan maen-maen lagi, tapi kita udah mau serius. Jadi gue yang
harus ngalah. Gue kasih pengertian ke dia yg lebih banyak. Gue ngerti dia sibuk
ngantor dan harus ngerjain tugas dari atasannya. Gue paham itu dan gue bisa
terima kekurangan dia.
Tapi yang
bikin gue sakit hati, banyak banget omongan dari orang-orang yang bilang kalo
gue mertahanin doi karena gue cinta sama uangnnya dan gue takut kehilangan isi
dompetnya. Helooo??! Kalian sudah gila ya? Gue bener-bener shock berat saat
salah satu teman bilang gini. Koq bisa ya mereka bilang gitu? Atas dasar apa
coba? Jadi emosi jiwa sendiri deh.. L
Padhal
kenyataannya kan ga gitu. Gue ga pernah berharap sedikitpun dengan uang-uang yg
dia punya. Oke, ga bisa dipungkiri gue emang suka kalo pas dia gajian atau
dapet uang. Tapi sumpah ya, ga pernah sepeserpun gue minta atau ngemis-ngemis
duit dia. Gue seneng dia punya uang banyak, tapi gue slalu nyuruh dia buat di
tabung. Gue juga ga pernah minta macem-macem, “mas beliin baju dong..”, “mas,
beliin ini dong..”, sumpah gapernah. Kalo masalah traktir makan sih menurut gue
wajar, lah kan kita pacaran kali. Ya kan?
Kalo emang
gue jahat, gue bisa ajah morotin dia abis-abisan, gue minta ini lah, itu lah,
kesinilah, kesitu lah, bisa banget. Tapi gue gam au. Karena gue yakin bangeet
sama hubungan gue dan dia, dan gue pengen nikmatin semua uang-uangnya itu
ketika gue udah halal buat dia.
Rasanya gue
pengen banget nabokin satu-satu mulut orang yang bilang gue matre. Mereka tuh
Cuma tau luarnya doing, tanpa tau dalemnya. DON’T JUDGE THE BOOK BY THE COVER.
Plis deh, malesin banget ga sih mulut kalian-kalian itu.
Tapi takdir
berkata lain..
Hubungan
gue dan dia akhirnya kandas di tengah jalan karena beberapa factor yang sudah
tidak bisa di toleril lagi.
Gue Cuma
berharap, gue bisa nemuin yang lebih baik lagi dari dia. Dan ini wajib
hukumnya!!
I wish
nothing, but the best for you…
Jumat, 15 Juni 2012
akselerasi
15 juni 2012
udah pertengahan bulan juni..
makin pusing rasanya kalo inget waktu yang berjalan begitu cepat..
pengne banget ceritain semua ini ke siapa gitu. tapi kalo abis cerita, takutnya gue malah nangis. bego bgt yah. hhahhaa..
gue cuma pengen bahagiain nyokap bokap doang. sumpah..
ya Allah, perkenankanlah aku untuk bisa membahagiakan mereka selalu. aamiin
Jumat, 01 Juni 2012
1 Juni 2012
uwowowowowooowwwww...
hello world, selamat pagi.
ini jam 12.02 loh. sudah pagi hari.
dan ini sudah hari Jumat, tanggal 1 Juni 2012.
Thanks God It's Friday
awal yang baik. harus menjadi akhir yang baik. syemangattt!!!
Don't give up!!
hello world, selamat pagi.
ini jam 12.02 loh. sudah pagi hari.
dan ini sudah hari Jumat, tanggal 1 Juni 2012.
Thanks God It's Friday
awal yang baik. harus menjadi akhir yang baik. syemangattt!!!
Don't give up!!
Langganan:
Postingan (Atom)