Tadi malam saya ga sengaja nonton Mario Teguh di salah satu
stasiun televise swasta. Tam yang sedang diangkat adalah tentang kepemudaan. Mungkin
pas banget sama hari sumpah pemuda yang jatuh tanggal 28 oktober kali yah. Peserta
yang hadir itu anak kuliah dan SMA. Bahasannya juga mengenai bagaimana
mempersiapkan masa depan saat masa muda.
Ada satu hal yang bikin saya tertarik dengan acara kali ini.
Salah satu anak SMA bertanya kepada pak Mario, “Banyak orang yang terlihat ketika
masa mudanya tidak mempersiapkan masa depannya, tapi ternyata orang itu
memiliki masa depan yang lebih baik daripada yang sudah mempersiapkannya sejak
awal. Itu bagaimana pak?”
Lalu pak Mario menjawabnya dengan sangat simple sekali, “Pernahkah
kita melihat seniman sedang melukis? Kita tidak akan pernah tau dan tidak akan
bisa menikmati apa yang dia lukis sebelum semua lukisannya selesai. Tidak semua
orang memperlihatkan persiapannya dalam menentukan masa depannya. Sampai pada
akhirnya kita mengetahui bahwa dia telah menjadi orang sukses.”
Baru kepikiran, kalo seniman itu memang tidak bisa ditebak. Garis
pertama yang dia torehkan pada kanvas tidak akan mengartikan coretan-coretan
selanjutnya. Akan ada sebuah kejutan besar yang akan dibuat seniman tersebut. Dan,
seperti itulah dia..
Dia?
Iyaa, dia..
Pas lagi nonton pak Mario ini, saya langsung kepikiran dia. Entahlah.
Mungkin dia itu memang seperti seniman, yang akan menghasilkan sebuah karya
besar esok hari.
Kadang saya suka geregetan sendiri sama sikapnya yang ga
pernah peduli dengan orang lain, bahkan dengan dirinya sendiripun apatis. Seakan
menggambarkan kalau dia itu ga pernah serius menjalani hidup dan ga punya masa depan yang jelas. Ga ada
keseriusan untuk menjalani hari-hari. Sikapnya selalu selengean. Kalo dikasih
tau, pasti jawabnya “yaudah sih, gimana entar ajah..”
Sebenernya saya sih udah yakin dia bakal jadi orang sukses
suatu saat nanti. Saya yakin koq dibalik sikapnya yang ga-mau-tau dengan
kehidupan, ada rencana besar di dalam benaknya. Tapi, kata-kata pak Mario ini
bikin saya makin sadar. Saya makin yakin kalo dia bakal bener-bener jadi orang
sukses. Dia itu susah ditebak. Bahkan saya-pun sulit untuk menebak apa yang ada
dipikirannya.
Dan saya sadar, selama ini banyak hal-hal dan
rencana-rencana yang “tidak sengaja” dia katakan kepada saya. For example, “aku
ga mau kalo nanti istriku kerja, aku mau istriku dirumah urus anak-anakku, dan
aku bakal lebih mencukupi kehidupan keluargaku jauh dibanding kalo istriku
bekerja.”
Sering juga saya bertanya tentang tugas akhirnya (kebetulan
si dia ini masih kuliah), dan dia hanya menjawab “kamu tenang ajah, terima
beres skripsiku jadi.”
It’s so simple. Dari kata-katanya tadi, saya yakin kalo dia
bertanggung jawab dan dia bakal berusaha mati-matian untuk bisa bahagiain
keluarganya. Dan saya yakin, kalo dia pasti bakal mewujudkan semua keinginannya
itu, sekuat tenaga, sampai dia tidak mampu lagi.
Semoga Allah, selalu memberikanmu kemudahaan dalam kehidupan
yah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar