Beberapa hari yang lalu, saya membaca twit teman saya
mengenai keperawanan seorang wanita. Kebetulan teman saya ini laki-laki. Dia
menulis twit seperti ini (kalo ga lupa yaa. Hhe), “Hei pria, wanita itu bukan
dilihat berdasarkan selaput darah-nya, melainkan kepribadian yang dimilikinya.
Lebih baik wanita nakal yang kehilangan selaput darah-nya daripada wanita yang
baru mulai nakal.”
What do you think about his tweet?
Kalo menurut saya sih, ini adalah sebuah bentuk pembelaan
terhadap dirinya. Mungkin saja dulu dia pernah menjalin hubungan dengan seorang
wanita yang sudah tidak perawan, atau bisa jadi dia memang tidak peduli dengan
keperwanan seorang wanita. Maybe..
Tapi, dari beberapa literature yang saya baca baik dari
blogwalking maupun beberapa artikel dan pendapat di kaskus, banyak loh pria
yang masih memikirkan keperawanan. Kecuali pria itu memang sudah me-merawani
seorang wanita.
Bukan! Saya tidak menuduh teman saya telah me-merawani
seseorang. Mungkin saja dia memang tidak terlalu peduli dengan keperawanan.
Let’s positive thinking guys..
Sebenernya saya kurang setuju dengan kata-kata dia bahwa
perempuan bukan dilihat dari selaput darahnya, melainkan dari kepribadiannya.
Coba kita pakai logika yaa. Jika seorang wanita mau memberikan keperawanannya
kepada seorang pria yang notabenenya bukan suaminya, apakan dia masih bisa
dikatakan memiliki kepribadian yang baik? Mungkin pertanyaannya itu sama saja
dengan “kalo ngolesin balsem ke mata, sakit ga?”.
Saya rasa, wanita yang memiliki kepribadian yang baik adalah
dia yang mampu menjaga kehormatan dirinya sendiri, lalu menjaga kehormatan
keluarganya. Wanita yang baik tidak akan dengan mudah memberikan sesuatu yang
sangat berarti kepada pria secara cuma-cuma dan begitu saja. Keperawanan
merupakan suatu hal yang sangat berharga dan tidak dapat dibeli dengan apapun,
kecuali dengan ijab qabul yang sah.
Saya berbicara seperti ini karena saya juga seorang wanita.
Yang juga ingin menjaga kehormatan diri saya. Saya juga ingin menjaga perasaan
suami saya kelak. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi suami saya
ketika tahu kalau saya sudah tidak perawan lagi. Pasti dia akan kecewa dan
menyesal. Saya yakin itu.
Ladies, open your mind please. You’re become future mom.
Don’t make your children disappointed when their know how about you in a past.
Make your family proud of you. Make your future husband happy because he never
false was choose you being a wife and mom for his children.
Last but not the least. For me, virginity is everything and
it can’t be buying by anything..
Fitta Amellia L.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar