Halaman

Rabu, 24 Oktober 2012

Ladies, your attitude looks from your virginity


Beberapa hari yang lalu, saya membaca twit teman saya mengenai keperawanan seorang wanita. Kebetulan teman saya ini laki-laki. Dia menulis twit seperti ini (kalo ga lupa yaa. Hhe), “Hei pria, wanita itu bukan dilihat berdasarkan selaput darah-nya, melainkan kepribadian yang dimilikinya. Lebih baik wanita nakal yang kehilangan selaput darah-nya daripada wanita yang baru mulai nakal.”

What do you think about his tweet?

Kalo menurut saya sih, ini adalah sebuah bentuk pembelaan terhadap dirinya. Mungkin saja dulu dia pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita yang sudah tidak perawan, atau bisa jadi dia memang tidak peduli dengan keperwanan seorang wanita. Maybe..

Tapi, dari beberapa literature yang saya baca baik dari blogwalking maupun beberapa artikel dan pendapat di kaskus, banyak loh pria yang masih memikirkan keperawanan. Kecuali pria itu memang sudah me-merawani seorang wanita.

Bukan! Saya tidak menuduh teman saya telah me-merawani seseorang. Mungkin saja dia memang tidak terlalu peduli dengan keperawanan. Let’s positive thinking guys..

Sebenernya saya kurang setuju dengan kata-kata dia bahwa perempuan bukan dilihat dari selaput darahnya, melainkan dari kepribadiannya. Coba kita pakai logika yaa. Jika seorang wanita mau memberikan keperawanannya kepada seorang pria yang notabenenya bukan suaminya, apakan dia masih bisa dikatakan memiliki kepribadian yang baik? Mungkin pertanyaannya itu sama saja dengan “kalo ngolesin balsem ke mata, sakit ga?”.

Saya rasa, wanita yang memiliki kepribadian yang baik adalah dia yang mampu menjaga kehormatan dirinya sendiri, lalu menjaga kehormatan keluarganya. Wanita yang baik tidak akan dengan mudah memberikan sesuatu yang sangat berarti kepada pria secara cuma-cuma dan begitu saja. Keperawanan merupakan suatu hal yang sangat berharga dan tidak dapat dibeli dengan apapun, kecuali dengan ijab qabul yang sah.

Saya berbicara seperti ini karena saya juga seorang wanita. Yang juga ingin menjaga kehormatan diri saya. Saya juga ingin menjaga perasaan suami saya kelak. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi suami saya ketika tahu kalau saya sudah tidak perawan lagi. Pasti dia akan kecewa dan menyesal. Saya yakin itu.

Ladies, open your mind please. You’re become future mom. Don’t make your children disappointed when their know how about you in a past. Make your family proud of you. Make your future husband happy because he never false was choose you being a wife and mom for his children.

Last but not the least. For me, virginity is everything and it can’t be buying by anything..



Fitta Amellia L.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar