Pernahkah kita merasa bahwa Tuhan tidak pernah adil pada diri kita?
Pernahkah kita merasa bahwa semua yang ada di duni ini begitu murka terhadap diri kita?
Pernahkah kita merasa terasing dari yang lain?
Pernahkah kita merasa iri dengan pencapaian dan kesuksesan seseorang?
Iya, sayapun pernah merasakan hal itu. Saya serign merasa bahwa Tuahn tidak pernah adil terhadap keinginan saya. Saya selalu berfikir bahwa Tuhan tidak menyayangi saya, buktinya semua doa-doa saya tidak pernah ada yang dikabulkan. Bahkan sampai saya merasakan keterpurukan yang sangat mendalam-pun, Tuhan belum ingin memberikan 'tangan'Nya kepada saya.
Namun, saya menyadari bahwa semua itu adalah kesalahan yang paling fatal dalam hidup saya. Saya telah berburuk sangka kepada Sang Pencipta seisi jagad raya, hanya karena doa-doa dan keinginan yang belum terkabulkan. Ketika saya berfikir ulang, nampaknya yang tidak adil adalah saya.
Iya, saya memang kurang adil dalam memaknai hidup. Saya berburuk sangka kepada Tuhan yang (mungkin) belum sempat mengabulkan segala permintaan saya. Padahal jika saya pandai bersyukur, saya akan menemukan banyak karunia dan anugerah yang Tuhan berikan untuk saya. Salah satunya adalah saya masih diizinkan menghirup udara segar sehingga saya bisa menulis ini.
Saya menyadari bahwa kita hidup di dunia ini memang adalah sebuah ujian dan cobaan. Mulai dari proses pembuahan di dalam rahim ibu kita, berjuta-juta sel sperma harus melawan ujian dan cobaan untuk menghadapi jutaan sel sperma lainnya hingga terjadi pembuahan dan terlahirlah seorang bayi mungil tanpa dosa. Selepas proses persalinan itu, akan banyak ditemui cobaan dan ujian lainnya yang mau tidak mau harus dihadapi.
Satu hal yang menjadi penguat saya disaat saya terjatuh dan rapuh adalah, Tuhan selalu tepat waktu. Yup, Tuhan akan memberikan 'tangan'Nya pada kita di waktu yang tepat. Entah itu tentang jodoh, mati ataupun rezeki. Semua sudah diatur olehNya agar tidak menjadi kacau dan berantakan. Coba bayangkan jika semua kebahagiaan datang secara langsung, siapa yang berani menjamin keimanan kita akan tetap sama dari yang sebelumnya? Tuhan hanya ingin kita mengingatNya selalu, kapanpun, dan bagaimanapun kondisinya.
Belajarlah untuk tidak membenci setiap keputusan Tuhan, karena setiap keputusanNya adalah yang terbaik untuk kita semua.
Fitta Amellia L.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar